Apakah sulit untuk menjadi seorang MANUSIA?

Pertanyaan ini seringkali menggelitik hati saya. Hidup memberikan saya kesempatan untuk menyaksikan dan merasakan begitu banyak kepura-puraan di dalam interaksi manusia. Tidak suka namun pura-pura suka, benci namun pura-pura perhatian. Terkadang muncul kebingungan dalam diri saya, apa yang terjadi dengan Manusia?

Pengalaman mengajarkan saya banyak hal, yang terlihat baik belum tentu baik, yang terlihat indah belum tentu indah. Entah saya yang aneh, atau saya yang terlalu mengagungkan sosok manusia sebenarnya. Namun, bagi saya, seorang manusia layaknya harus bersikap seperti manusia. Banyak manusia mengenakan jubah, namun ketika jubah itu terlepas, sosok sebenarnya sangat bertolak belakang. Di depan orang sering berderma, namun di dalam kenyataan sebenarnya sangatlah kejam, uang satu rupiahpun diperhitungkan. Apakah ini normal? No. Bagi saya sangat tidak normal. Namun, ini Nyata!

Seringkali orang menganggap dirinya paling benar tanpa melihat sekitar. Seringkali orang menganggap dirinya sebagai korban, namun pada kenyataannya dialah pelakunya. Beberapa waktu belakangan ini, saya terus berpikir akan apa yang sebenarnya terjadi pada mereka. Hidup itu ibarat sebuah perjalanan cerita yang sebenarnya alurnya ada di tangan kita. Namun, seringkali kita menyalahkan keadaan yang pada dasarnya keadaan itu disebabkan oleh kita sendiri.

Saat ini, dalam perenungan diri saya sendiri, saya merasakan struggle yang begitu besar. Ada harapan saya dapat mengubah sosok manusia yang tidak bersikap seperti manusia agar bisa bersikap seperti manusia. Ada harapan besar bahwa manusia berpegangan pada hakikat bagaimana dasar manusia itu diciptakan yang maha kuasa. Hal yang sangat membuat saya prihatin adalah banyak diantara manusia dalam tanda kutip ini, sangat aktif dalam kegiatan interaksi bersama yang maha kuasa, namun mengapa dalam realita kehidupan mereka menerapkan hal sebaliknya? Miris banget rasanya. Namun, satu hal yang selalu saya pegang, apa yang kamu tabur, itu yang kamu tuai. Karma itu bukanlah sebuah balasan, melainkan jawaban atas semua perbuatan kita.

Memberikan sumbangan perlu dilihat dan disaksikan orang, memberikan bantuan perlu satu antero jagat negeri mengetahui, memberikan andil besar dalam kehidupan seseorang perlu dibesar-besarkan, mengungkit budi baik yang telah dilakukan pada seseorang, dan tindakan-tindakan lain yang menurut saya sangat tidak masuk akal bagi saya. Dari zaman saya SD, selalu diajarkan memberi tidak untuk diketahui, menerima tidak untuk dipublikasikan. Begitu pula dalam karir. Kadang kali orang mengejar penghargaan, award, atau sejenisnya. Sampai mau bayar hanya untuk sebuah award. Whats? Yes!

Satu pegangan saya dalam hidup, apa yang ada perbuat pada makhluk hidup, akan berbalik pada diri anda nantinya. Yes, makhluk hidup. Binatang juga termasuk makhluk hidup bukan?! Kadang kali mereka bertanya, kenapa saya begitu menyayangi binatang, misal anjing, kucing, karena saya sangat tahu rasanya kesepian, saya sangat paham rasanya kelaparan, saya sangat merasakan namanya diabaikan. Sering kali manusia menganggap makhluk hidup ya manusia, namun sebenarnya pandangan tersebut menurut saya kurang tepat. Karena yang punya perasaan, otak, tidak hanya manusia bukan?

“Bersikaplah seperti Manusia, karena Manusia diciptakan sempurna untuk Bersikap seperti Manusia”.


Virlando – 29 September 2017 – 02.53 AM

Jadilah Manusia, bukan “Manusia”

virlando shidarta


travel to the world


Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *